Ormas Trinusa Kerap Peras Pedagang Pasar SGC Cikarang

Ormas Trinusa Kerap Peras Pedagang Pasar SGC Cikarang

Modus Pemerasan Ormas Trinusa di Pasar SGC Cikarang

“Organisasi masyarakat (ormas) Trinusa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah laporan menyebut bahwa mereka sering memeras pedagang Pasar SGC Cikarang. Beberapa pedagang mengaku bahwa oknum ormas memaksa mereka memberikan uang keamanan setiap minggu. Praktik ini berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan membuat pelaku usaha kecil merasa resah.”

“Laporan yang masuk ke redaksi menyebutkan bahwa oknum anggota Ormas Trinusa mendatangi kios-kios di Pasar SGC Cikarang dan meminta sejumlah uang dengan dalih pengamanan dan kebersihan. Mereka mematok tarif bervariasi, mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000 per minggu, tergantung jenis usaha dan ukuran kios.”

“Kalau tidak dikasih, kami diancam tidak bisa jualan. Mereka bilang lapak kami bisa digusur atau dibiarkan tidak aman,” ujar salah satu pedagang yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Ormas Trinusa Kerap Peras Pedagang

Masalah pemerasan oleh ormas di pasar tradisional sebenarnya bukan hal baru. Namun kasus dugaan pemerasan oleh Ormas Trinusa ini cukup serius karena dilakukan secara sistematis dan terorganisir. Pedagang yang menolak membayar sering kali mendapat intimidasi verbal maupun fisik.

Situasi ini juga membuat pengelola pasar merasa kesulitan. Mereka mengaku kewenangan pengelolaan dan keamanan pasar seharusnya berada di tangan aparat resmi, bukan ormas.


Reaksi Pemkab dan Pengelola Pasar SGC

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah menerima laporan dari pedagang dan mulai melakukan penyelidikan. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bekasi, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang bisa dikenakan sanksi pidana.

“Kami tidak membenarkan ormas mengambil alih peran pengelolaan pasar. Jika terbukti ada pemerasan, kami akan melaporkan ke aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sementara itu, pihak pengelola Pasar SGC Cikarang mengaku telah berkali-kali mengingatkan oknum ormas tersebut untuk tidak melakukan pungutan liar. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena adanya tekanan dari kelompok tertentu.


Aparat Kepolisian Diminta Bertindak

Masyarakat dan pedagang mendesak kepolisian agar segera menindak tegas praktik premanisme yang dilakukan Ormas Trinusa. Kapolsek Cikarang menyatakan bahwa pihaknya siap menerima laporan masyarakat terkait kasus pemerasan.”

“Polisi juga mengimbau pedagang agar tidak takut melapor, dan mereka menjamin perlindungan identitas pelapor. Selain itu, polisi akan meningkatkan patroli rutin di sekitar Pasar SGC Cikarang demi menjaga rasa aman masyarakat.”


Dampak Ekonomi Bagi Pedagang Kecil

“Ormas Trinusa kerap peras pedagang Pasar SGC Cikarang” menunjukkan bagaimana tekanan dari luar dapat menghancurkan ekonomi mikro. Banyak pedagang yang mengaku omzet mereka menurun karena beban pungutan tambahan yang harus dibayar kepada ormas.

Pedagang kecil yang bergantung pada pendapatan harian tentu paling merasakan dampaknya. Apalagi di tengah naiknya harga bahan pokok dan biaya operasional. Keberadaan ormas yang menyalahgunakan wewenang sangat merugikan dan menciptakan ketakutan dalam berdagang.


Tanggapan LSM dan Pengamat Sosial

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada pemberdayaan ekonomi rakyat mengecam keras aksi Ormas Trinusa. Menurut mereka, ormas seharusnya hadir untuk membantu masyarakat, bukan malah memeras dan mengintimidasi.

Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Syahrul Kurniawan, menyebut fenomena seperti ini sebagai bentuk kegagalan sistem pengawasan di tingkat lokal. “Ketika ormas yang seharusnya menjadi mitra pemerintah malah berubah menjadi alat tekanan, itu tanda bahwa regulasi kita masih lemah,” katanya.

Baca juga: Strategi Kepolisian Pangkalpinang: Memusnahkan Geng Motor


Solusi dan Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, sejumlah langkah strategis harus diambil. Pertama, pemerintah perlu mempertegas regulasi mengenai peran ormas di ruang publik dan pasar. Kedua, edukasi kepada pedagang agar berani menolak pungutan liar juga penting dilakukan.

“Ketiga, aparat kepolisian, pemda, dan pengelola pasar perlu meningkatkan kerja sama untuk memantau serta menindak tegas oknum yang menyalahgunakan atribut organisasi masyarakat.”


Kesimpulan

Kasus Ormas Trinusa kerap peras pedagang Pasar SGC Cikarang menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas ormas di lingkungan publik. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bersinergi dalam menciptakan pasar yang aman, tertib, dan adil bagi semua pelaku usaha.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *